LUMAJANG – Warga Desa Karangbendo Kecamatan Tekung diramaikan dengan acara pacuan kuda. Acara yang digelar di lapangan Karangbendo ini digelar dalam sepekan penuh. Puluhan Joki dan para pemilik kuda dari berbagai daerah di Jawa Timur berdatangan untuk ambil bagian.
Para joki dan pemilik kuda dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Malang, Surabaya dan beberapa kota lain datang ingin beradu kecepatan kudanya. Semua peserta dari luar daerah itu turut ambil bagian dalam pacuan kuda Karangbendo.
Peserta bukan hanya dari luar daerah. Para pecinta pacuan kuda dari lingkup Lumajang dan Jember juga unjuk kebolehan kecepatan disana. Dari 14 kelas yang dilombakan, semuanya terisi penuh. “Memang antusias para pemilik kuda dan joki sangat tinggi,” kata Purwanto Sekretaris Panitia pelaksana. Kondisi ini membuat hampir para pemilik kuda dari Lumajang sendiri tak kebagian posisi.
Kejuaraan tersebut, sejatinya menjadi acara rutin setiap tahun dua kali. Bahkan jika ada momen-momen tertentu Purwanto mengatakan pacuan kuda tersebut juga digelar. Salah satunya adalah pacuan kuda yang berlangsung kemarin ini juga dalam rangka memperingati hari jadi kota Lumajang (Harjalu). Hanya saja, semua pembiayaannya ditanggung oleh pihak desa dan tidak melibatkan kabupaten.
Pacuan kuda di desa Karangbendo sudah menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dari kegemaran warga. Karena jika tidak diadakan, warga banyak yang menanyakan. Apalagi para pemilik kuda yang ingin unjuk kecepatan kuda yang dimiliki. “Mereka selalu tanya kapan pacuan kuda digelar,” tambah Purwanto.
Geliat warga pada pacuan kuda ini juga didukung oleh anggota DPRD Lumajang. Bukasan anggota komisi D menjelaskan jika acara ini perlu mendapat dukungan. Karena bisa menjadi identitas desa Karangbendo yang dikenal di berbagai daerah yang ada di jawa timur. “Sangat perlu dikembangkan. Karena menjadi nama baik daerah dan menjadi budaya unik desa yang tak dimiliki desa-desa lainnya,” papar Bukasan yang juga rutin datang ke lokasi pacuan setiap hari.
Dalam pantauankoran ini, acara Pacaun kuda ini benar-benar manarik perhatian warga. Ribuan penonton dari warga sekitar berbondong-bondong menyaksikan bersama keluarganya. Kondisi itu membuat jalanan di desa Karangbendo macet sekitar 20 menit sesaat sebelum dan sesudah pacuan kuda digelar. (fid)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar