Selasa, 13 Desember 2011

17 Persen Penderita HIV Ibu Rumah Tangga


Lumajang Butuh Layanan VCT
LUMAJANG – Peringatan Hari AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember selalu mengingatkan kita kepada bahaya penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Bahkan, di Lumajang HIV sudah menyerang kepada ibu rumah tangga.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, angka kasus HIV hingga mencapai 80 orang, namun yang masih hidup tidak lebih dari 40 penderita. “17 persen penderita HIV itu adalah ibu rumah tangga,” kata Wahyu Wulandari Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Lumajang. Tentu ini sangat mengkhawatirkan, pasalnya kebanyakan ibu rumah tangga tersebut berada di rumah.
Dari prosentase umur, penderita yang paling banyak  dialami oleh warga yang berada pada usia produktif antara 15 sampai 50 tahun. Sisanya adalah kalangan pemuda yang menginjak usia 15 tahun sampai pada orang dewasa.
Merki penyakit itu menular dan berbahaya, Lumajang masih belum memiliki layanan Voluntary Conseling and Testing (VCT). Padahal layanan tersebut berguna untuk mendeteksi dan menghambat berkembangnya virus mematikan di dalam tubuh. Selain itu layanan ini berguna dalam proses pencegahan dan penyebaran infeksi. “Kita masih belum punya VCT, karena masih sulit mencari relawan HIV/AIDS.” Papar Wulan.
Memang layanan tersebut sangat dibutuhkan untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran HIV/AIDS. Namun minimnya relawan membuat layanan tersebut terkendala. Padahal berkaca pada kabupaten-kabupaten lain sudah ada layanan VCT. Untuk itu pihak masih terus mengupayakan untuk bisa memberikan layanan VCT. “Kami masih mengupayakan,” ujarnya. Diharapkan, tahun 2012 Lumajang sudah memiliki VCT sendiri.
Selain itu, tidak ada gebrakan menonjol di Lumajang dalam menyambut peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember kemarin. Namun sosialisasi bahaya Aids telah dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Sasaran utamanya adalah para pemuda dan pelajar.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang menyatakan selama ini telah menggalakkan sosialisasi bahaya Aids di hampir semua sekolah. Bahkan kalangan ibu-ibu rumah tangga dan kelompok-kelompok masyarakat juga tak luput dari incaran sosialisasi. Gunanya adalah untuk menyelamatkan dan menghindarkan dari merebaknya penyakit berbahaya tersebut.
Dia juga menjelaskan sosialisasi HIV/AIDS tak henti-hentinya dilakukan. Meskipun penyakit tersebut dapat menyerang semua umur, namun kalangan pemuda dan pelajar menjadi fokus incaran yang harus faham tentang bahaya AIDS. Sebagai generasi penerus, harus bisa menjaga dan menghindarkan diri agar terhindar dari inveksi HIV.
Saat ini jumlah penderita HIV di Lumajang sudah mengalami penurunan perkembangan. “Sekarang tidak lebih dari 40 penderita,” ujar Wulan saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. Hal itu patut dijaga agar tidak semakin bertambah dengan cara mencanangkan dan mesosialisasikan bahaya Aids.(fid/ram)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar