Pol Airud Kewalahan
Sulit Evakuasi Perahu
Puger – Cuaca buruk dan ombak besar yang datang akhir-akhir ini akhirnya membuat perahu nelayan bermuatan dua ton ikan karam. Pasalnya saat hendak merapat di plawangan puger perahu milik bahari terbalik. Naasnya saat evakuasi, jajaran pengamanan setempat kewalahan.
Hingga seharian upaya evakuasi menuai hasil gagal. Mayat salah satu Anak Buah Kapal (ABK) belum bisa dievakuasi. Bahkan hingga berita ini ditulis, perahu tersebut belum bisa dibalik.
Awalnya, perahu yang hendak merapat itu tiba di plawangan sekitar 06.30 pagi kemarin. Di tempat itu mesin perahu mati dan dinamonya meledak hingga dihantam ombak lalu terbalik. “Kami sudah berupaya dengan kemampuan yang ada tapi kapal belum bisa dievakuasi," ujar Briptu Rifa’i pol airud Puger.
Pasalnya ukuran kapal yang cukup besar menyulitkan proses evakuasi. Bahkan dengan tertancapnya perahu di pasir pantai plawangan membuat kapal perahu Bahari semakin kuat memancang.
Karamnya perahu itu sejatinya direspon sigap oleh petugas keamanan laut Puger. Namun meskipun sudah dikerahkan empat perahu untuk menarik bahkan juga dengan jangkar, perahu belum bisa dievakuasi.
Dengan begitu pihaknya dibuat kewalahan dengan proses evakuasi perahu tersebut. Rencananya akan mengerahkan alat berat lainnya untuk mengevakuasi kapal perahu. “Secepatnya kami akan segera mengevakuasi,” ujarny Rifai.
Pantauan koran ini saat kejadian, Pol airud datang pada sekitar pukul 10.00 di TKP. Dua personil didatangkan salah satunya adalah Bripka Agus Riyanto. Namun kedatangan mereka berdua tidak banyak berbuat melihat kondisi parah dialami kapal perahu.
Setelah mendokumentasikan dan mencari data-data korban keduanya kembali untuk merencanakan lebih lanjut. Melihat itu pihaknya bakal mendatangkal alat berat untuk mengangkut perahu.
“Kami akan datangkan bego (eskafator.red) untuk membalikkan perahu. Untuk saat ini kami masih kesulitan,” ujarnya. Dengan demikian, hingga petang kemarin kondisi perahu masih tertancap di bibir pantai puger. Sementara satu abk diduga kuat tewas di dalam kapal perahu yang tengkurap.
Sejatinya pol airud puger sudah melakukan arahan agar nelayan tidak melaut. Namun cuaca buruk dan anjurannya tidak banyak diindahkan para nelayan. Pasalnya pihaknya tidak berkutik ketika dihadapkan pada kebutuhan dasar nelayan yakni ‘melaut cari uang untuk makan’. (fid)
